Dinamika Waktu Sholat di Delft, Belanda


Hidup di tempat baru, pastinya ada berbagai hal baru yang menarik untuk diamati. Bukan untuk membanding-bandingkan semata dengan tempat-tempat lain yang pernah dikunjungi, tetapi untuk menganalisis keadaan dan bersikap yang tepat sesuai kondisi yang baru tersebut. Sebagai mahasiswa PhD yang memulai studi doktoral di TU Delft, Belanda, saya pun pastinya menemui beberapa hal baru disini. Salah satunya adalah waktu sholat yang bergeser setiap hari.

Bagi seorang muslim (seperti saya), sholat merupakan hal yang sangat utama dan menjadi pathokan dalam beraktivitas harian. Oleh karena itu, waktu sholat harus saya pahami benar agar tidak terlewatkan. Saat di Indonesia, ini relatif mudah karena jadwal sholat tidak banyak perubahannya. Kalau ada orang yang sholat pukul 16.30 di Indonesia, kita semua tahu bahwa hampir pasti dia sedang sholat Ashar. Di Belanda, akan tetapi, hal itu tidak selalu benar. Jam 18.30 di musim panas masih merupakan waktu Ashar, sedangkan di musim gugur jam segitu sudah masuk waktu Maghrib, dan pada puncah musim dingin pada jam itu seseorang sudah bisa sholat Isya’.

Saya mencoba membuat visualisasi sederhana dengan Matlab untuk memudahkan analisis pergeseran waktu sholat di Delft, Belanda. Data saya ambil dari Islamic Finder (https://www.islamicfinder.org/) untuk kota Delft dan kota Jogja pada tahun 2017. Kemudian saya pre-process seperlunya agar bisa diolah oleh aplikasi Matlab.

Berikut adalah beberapa visualisasi sederhana perbandingan waktu sholat di Belanda (Delft) dan Indonesia (Yogyakarta). Secara sekilas dari Gambar 1 bisa dikatakan bahwasecara umum waktu sholat di Jogja (saya representasikan dengan garis putus-putus) relatif stabil. Sedangkan di Delft (garis lurus) hanya waktu Dzuhur yang relatif stabil sedangkan lainnya seolah-seolah semakin menjauh dari waktu Dzuhur pada musim panas. Jarak antar waktu sholat pada musim dingin menjadi sangat singkat. Misalnya pada pertengahan bulan Desember, waktu sholat Dzuhur di Delft hanya sekitar 1 jam 45-an menit, sedangkan di Indonesia lebih dari 3 jam.

Gambar 1. Waktu Sholat di Belanda dan Indonesia

Gambar 2 berikut menggambarkan bagaimana perbedaan antara selang waktu dari masuknya waktu sholat Subuh hingga masuknya waktu sholat Isya’ di kedua kota tersebut. Di Yogyakarta, jedanya relatif stabil–sekitar 15 jam, walau pada pertengahan tahun jedanya menurun, tetapi tidak signifikan. Pada sisi lain, rentang Subuh-Isya’ di Delft bisa hanya 12 jam (musim dingin) hingga sekitar 21 jam (musim panas). Jika merujuk kembali ke Gambar 1, ini karena waktu Subuh yang semakin awal dan Isya’ yang semakin larut.

Gambar 2. Jarak Waktu Sholat Subuh ke Isyak

Untuk menunjukkan perbedaannya secara lebih mendetail, kita bisa melihat Gambar 3 di bawah ini. Berikut saya mengambil kasus waktu sholat Isyak di kedua kota. Perbedaan waktu sholat Isya’ termalam dan terawal di Jogja adalah 38 menit 59 detik, sedangkan di Delft adalah 5 jam 39 menit: Sholat Isya’ terawal pada pukul 18.30 di musim dingin dan mencapai pukul 24.09 (lewat tengah malam) di puncak musim panas.

Gambar 3. Waktu Sholat Isyak

Karena sholat merupakan urusan pokok bagi setiap muslim, maka mengetahui waktunya dan menyiapkan strategi terbaik padanya merupakan suatu keniscayaan. Belum lagi Ramadhan yang akan (insyaAllah) bertepatan dengan pertengahan Mei hingga pertengahan Juni, maka waktu berbuka menjadi hal yang sangat penting.

Dan itu berarti kami harus siap berbuka dari pukul 21.30 (awal Ramadhan) hingga sekitar 22.00 (akhir Ramadhan). Bukan waktu terpanjang diantara semua negara, tetapi akan sangat menantang.

Semoga kawan-kawan Muslim dimana pun berada, selalu berada di dalam lindungan Allah SWT dan dimudahkan dalam menunaikan sholatnya.

Advertisements