Terus Berjuang Menggapai Mimpi Kita: Belajar dari Kisah Perjuangan Chelsea


Torres (Chelsea) Juara Liga Champions

Torres (Chelsea) Juara Liga Champions

Kita tidak harus mengalami sendiri suatu kejadian agar bisa mengambil hikmah dan belajar darinya. Banyak kejadian di luar diri kita yang jika diperhatikan secara seksama bisa menjadi sumber pembelajaran kita, untuk memperkaya wacana berfikir dan menguatkan karakter diri kita. Setelah beberapa waktu lalu saya sempat menuliskan tentang beberapa makna yang bisa kita petik dari filosofi huruf T, sekarang saya mencoba melihat sedikit lebih dalam beberapa hikmah dari kisah perjalanan Chelsea yang menjuarai Liga Champions musim ini.

Kisah perjalanan Chelsea untuk bisa menjadi juara di Liga Champions (dan Piala FA) musim ini barangkali tidak diprediksikan oleh banyak orang, termasuk sebagian besar fans fanatik mereka. Setelah mengawali musim secara terseok-seok, kisah mereka masih sangat jauh dibandingkan dengan Manchester City dan Manchester United, dua rival mereka di English Premier League (EPL).

Barangkali seperti inilah kebanyakan dari kita. Banyak orang yang tidak mengira bahwa kita bisa menjadi orang yang berhasil dan menjadi juara dalam hidup kita, namun segalanya bisa berubah jika kita berusaha. Juara Liga Champions tidak ditentukan oleh taruhan di Bwin; sama dengan masa depan kita, tidak ditentukan oleh pandangan orang lain terhadap diri kita. Maka, mari kita ambil kendali atas hidup kita dan menjadi “juara” pada kehidupan kita masing-masing.

Ada beberapa hal yang ingin saya tuliskan mengenai hikmah dari perjalanan Chelsea di Liga Champions musim ini.

1. Yakin dengan mimpi-mimpi kita

Jika kita tidak yakin dengan mimpi kita, bagaimana orang lain bisa yakin? Walau kadang terkesan lebay dan terkesan aneh, namun jika punya niat yang berdasar pada kebaikan dan tujuannya mengarah pada kemanfaatan, insyaAllah tidak ada yang tidak mungkin, selama sesuai ketetapan-Nya. Sampai pertengahan musim, hampir tidak ada orang yang memprediksi Chelsea bisa juara Liga Champions, bahkan mereka hampir kandas di penyisihan group bersama B Leverkusen dan Valencia. Namun mereka tetap percaya pada mimpi mereka, dan kita semua tahu bagaimana hasil akhirnya.

2. Tetap optimis walau terasa berat

Tidak ada jalan yang mudah untuk mencapai hal-hal besar, serta semakin tinggi pohon akan semakin kencang pula terpaan anginnya. Itulah yang terjadi dengan Chelsea. Mereka hampir tidak lolos di fase kualifikasi Liga Champions, lalu setelah secara ajaib lolos pun mereka kalah 3-1 di tangan Napoli, belum lagi harus membalas 2 gol Barca di semifinal saat main dengan 10 orang, dan kalah 1-0 di tangan Munchen saat pertandingan tinggal 7 menit. Namun mereka tetap yakin dengan mimpi mereka, terus bekerja keras, dan percaya bahwa harapan itu masih ada. Dengan segala keringat mereka, against all odds, Chelsea menjadi kampiun Eropa.
Well, kalimat yang mudah untuk diucapkan (baca: diketik) namun susah setengah mati untuk dijalankan. Kuncinya adalah dengan berprasangka baik pada Yang Maha Kuasa, dengan yakin bahwa setiap yang Dia berikan pada kita (entah baik/buruk, menurut pandangan kita) adalah hal yang terbaik untuk diri kita, dan berusaha melihat segala hal dari sisi positifnya.

3. Berubah dan terus mengembangkan kompetensi diri

Saat Andre Villas-Boas dianggap sudah tidak mungkin diberikan kesempatan lagi, pihak manajemen dengan berani mendepak AVB dan menyerahkan Chelsea ke tangan caretaker dari Italia, Di Matteo. Luar biasa, mereka yang awalnya seperti enggan main bola, menjadi penuh semangat. Bahkan Torres yang jadi bahan tertawaan media massa karena hanya mencatak 2 gol selama berkarir di Chelsea pun akhirnya bisa lebih percaya diri, serta bisa kembali hattrick.

Berubah. Memperbaiki diri. Mengambil keputusan dan kegiatan baru. Inilah yang harus kita lakukan dengan baik. Jika kita selama ini cenderung gagal mencapai mimpi-mimpi kita, coba cari cara-cara baru yang lebih tepat. Dengan belajar dari para senior yang sudah berhasil, berdiskusi dengan teman, minta nasehat dari para mentor/dosen yang lebih berpengetahuan, baca lebih banyak buku, mengambil hikmah dari banyak kisah sehari-hari, dan lainnya. Demi meningkatkan kapasitas diri.

4. Tetap rendah hati saat berada di atas

Banyak orang yang gagal setelah diprediksi kuat akan berhasil. Kesombongan dan rasa cepat puas diri adalah sumber dari segala kehancuran kita. Jika kita telah diberikan ‘icip-icip’ akan keberhasilan dalam hidup (dalam mencapai mimpi-mimpi kita), maka kita perlu untuk tetap rendah hati dalam melanjutkan proses itu. Jangan pernah menganggap orang lain lebih hina/bodoh, dan jangan biarkan diri ini terlena dalam pujian. Di atas langit masih ada langit, masih banyak orang yang lebih hebat dari kita, so tidak ada alasan untuk berpuas diri. Mari terus kembangkan diri ini menjadi pribadi yang lebih kompeten.

5. Tidak perlu mengambinghitamkan kesalahan masa lalu

Setiap orang punya sejarah kelam di masa lalu, setiap dari kita pernah berbuat salah. Mari tidak menjadikan masa lalu kita sebagai pembatas akan potensi besar kita untuk terus berkembang. Mari gunakan kesalahan-kesalahan saat lampau sebagai pengingat bagi kita untuk tidak sombong dan tetap rendah hati. Saat John Terry melalukan kesalahan konyol saat bermain di kandang Barcelona; pada waktu Didier Drogba men-tackle Ribery di kotak penalti saat perpanjangan waktu; serta pada saat A Cole gagal menghadang Muller menyeruduk bola ke gawang P Cech, Chelsea tidak mengkambinghitamkan mereka. Chelsea berusaha menganggap itu sebagai keadaan yang manusiawi, semua orang punya potensi untuk melakukannya. Ambil hikmah dan belajar dari masa lalu, dan mari kita terus maju ke masa depan. Mari maafkan masa lalu kita untuk menjadikan kita semakin percaya diri dalam setiap upaya kita untuk mencapai impian-impian besar kita untuk menjadi pribadi yang lebih bermanfaat untuk sekeliling kita.

Advertisements