Mushola Baru Muslimin Indonesia di Daejeon


Alhamdulillahirobbil ‘alamin…

Puji syukur kita panjatkan ke hadirat Allah SWT. Berkat segala pertolongan-Nya lah perjuangan kami di Daejeon, Korea Selatan, semakin hari semakin menghasilkan manfaat. Cita – cita untuk mendirikan masjid akhirnya bisa terlaksana. Subhanallah!

Hari Jumat tanggal 5 Juni 2009 kita resmi menyewa salah satu ruang di downtown untuk kita gunakan sebagai MASJID/MUSHOLA bagi muslim/muslimat di Daejeon. Dengan ditandatanganinya kontrak selama dua tahun antara pihak IMNIDA yang diwakili Pak Subhan dengan pihak penyewa, serta dengan hadirnya Ust. Arief dari KAIST pada saat itu, maka secara resmi kaum muslimin yang menetap di sekitar Daejeon mempunyai rumah ibadah baru.

Selama ini, muslim di Daejeon hanya punya satu mushola di KAIST yang jaraknya sangat jauh serta cukup lama jika rekan -rekan yang tinggal di luar Daejeon (seperti Majon dan Daehwadong) ingin ke sana. Selain itu, masjid tersebut juga menggunakan bahasa Inggris sebagai bahasa pengantar sehingga rekan – rekan dari Indonesia terutama dari kalangan pekerja tidak mudah untuk berkomunikasi dengan mereka. Sekarang kita punya mushola yang menggunakan bahasa Indonesia, sehingga rekan – rekan kita bisa rutin datang ke masjid ketika mempunyai waktu cukup luang.

RENOVASI

Sehari setelah tanda tangan kontrak tersebut, rekan – rekan kita langsung datang ke mushola untuk melakukan renovasi mushola kita. Dengan komando Mas Budi, kami mengecet ruangan mushola kita yang baru, serta mengepel lantai mushola. Hari itu alhamdulillah semua bagian dinding sudah berhasil kami cat. Kunci pintu digital pun alhamdulillah bisa kita pasang pada hari itu juga. Subhanallah.

Pada hari Minggu keesokan harinya, alhamdulillah karpet sudah bisa terpasang setelah dinding dicat ulang. Alhamdulillah mushola sudah siap untuk kita tempati.

LOKASI

Kebetulan lokasi mushola kita yang baru sangat strategis. Bertempat di samping Warung Indonesia (W.I) “Cintaku” dimana rekan – rekan kita sering menyempatkan waktu untuk berkunjung dan menyantap hidangan Indonesia disana. Jika kita berjalan dari Underground Market, maka lokasi Musholla kita adalah persis di gedung setelah Warung Indonesia, Cintaku. Dengan naik tangga sampai lantai 3, kita akan langsung sampai pada mushola kita.

Alhamdulillah sangat strategis sehingga kawan – kawan kita yang biasanya mengalami kesulitan untuk sholat 5 waktu ketika berkunjung ke Downtown sekarang bisa sholat dengan nyaman. Degnan tempat yang baru tersebut kita sudah punya rumah kedua di downtown.

Dan kabar gembira berikutnya adalah bahwa tahun depan, toko – toko di depan mushola tersebut akan dirobohkan dan diganti dengan taman, sehingga kita akan lebih mempunyai pemandangan. Selain itu, dengan dekat taman, maka tingkat lawatan orang ke mushola pun akan semakin tinggi. Orang-orang selain dari Indonesia pun akan semakin mudah untuk menemukan lokasi mushola kita. Mudah – mudahan mushola kita akan menjadi barokah bagi kita semua.

Amin ya robbal ‘alamin

Advertisements