Tips untuk Meningkatkan Kemampuan Listening Bahasa Inggris


Student World Forum, Bangkok, ThailandTerima sebelumnya pada kawan-kawan yang memberikan respon yang sangat positif terhadap postingan pertama saya seputar bahasa Inggris  beberapa hari kemarin yang membahas tetang speaking. Respon yang baik tersebut membawa saya pada seri kedua ini :D

Di artikel sebelumnya, saya berbagi beberapa tips tentang bagaimana meningkatkan kemampuan kita berkomunikasi dalam bahasa Inggris, khususnya dalam bertutur (speaking bahasa Inggris). Kali ini saya hendak berbagi beberapa tips untuk memperkuat kemampuan listening. Tentunya teman-teman pembaca telah banyak belajar trik meningkatkan skill listening, namun tak ada salahnya kan membaca trik yang saya gunakan. Kalau cocok, monggo diunakan; kalau ndak,monggo berikan feedback :D

Karena bahasa merupakan kesatuan yang tidak bisa serta merta dipisah-pisah komponennya, maka beberapa tips juga beririsan/intersect dengan yang saya tuliskan sebelumnya di Tips Bertutur (speaking) Bahasa Inggris.

1. Mendengarkan lagu [berbahasa] Inggris dan lirik lagunya.

Pada awal masa belajar Bahasa Inggris, saya mengalami banyak kesulitan untuk listening. Baru saat SMA mulai lumayan bisa memahami percakapan para Bule. Langkah yang saya tempuh untuk melatih skill listening saya adalah dengan mencetak (print) lirik-lirik lagu barat yang saya sukai (mulai dari Greenday, Blue, Westlife, dkk) lalu mendengarkan lagu-lagu tersebut dari radio/komputer sambil membaca liriknya. Karena cukup senang musik, cara ini sangat menarik buat saya. Dengan ini saya bisa mulai membiasakan telinga saya untuk mendengarkan English.

Pertama saya awali dengan lagu-lagu ballad/melo yang rata-rata pelan, sehingga mudah didengarkan. Lalu saya coba yang kecepatan pengucapan lagunya rada cepat. Sampai akhirnya bisa mendengarkan lagu-nya Eminem.. haha.. yang ini tipikal rap, butuh upaya ekstra untuk bisa mendengarkannya. Meningkatkan secara gradual sangat membantu telingt kita biar terbiasa dengan bahasa Inggris.

Cara ini juga dipadukan dengan latihan pronunciation sambil menyanyikan lagu-lagu yang kita dengarkan, coba dicocokkan bagaimana pronuncation kita dengan si penyanyi aslinya. Kadang saya rekam pake microphone di laptop.  :D Walau saya sadar kualitas suara saya ndak laik tampil di karaokean, minimal dengan cara ini kita bisa tahu seberapa bagus/kacau pronunciation kita.

2. Menonton film berbahasa Inggris

Karena saya senang nonton film (well selain untuk hiburan, film juga banyak memberikan motivasi dan hikmah yang sering membangkitkan semanga), nonton film bisa menjadi salah satu alternatif yang pas untuk meningkatkan kemampuan listening kita. Awalnya saya mulai dengan langsung nonton tanpa sub-title. Blank. Ndak dong. haha.. tapi akhirnya saya tahu seberapa kemampuan listening saya. Setelah itu, saya coba menonton film dengan subtitle yang *benar*, persis seperti yang diucapkan oleh aktor/aktris di film. Ini cukup membantu kita untuk mengetahui bagaiman kata diucapkan dan beberapa idiom yang sering digunakan di film.

Pada level berikutnya, boleh dicoba film dengan sub-title yang ngawur (biasanya yang kualitasnya masih CAM, atau TS ^_^ ), kadang muncul subtitle, lalu lama ndak ada, lalu muncul lagi subtitle-nya, tapi malah salah :D. Ini sangat penting untuk melatih kita mencari kesalahan pada subtitle dan mengoreksi mana yang benar dan yang salah dari subtitle tersebut. Jadi tidak hanya mencocokkan, tapi juga membenarkan/mengoreksi sub-titlenya.

Terakhir, bisa dengan menghilangkan sub-title-nya sama sekali.Ini bisa benar-benar menguji seberapa jago telinga kita menangkap bahasa  Inggris. Atau bisajuga diganti dengan bahasa-bahasa aneh, seperti bahasa Korea, Armenia, atau bahkan Swahili. (sekalian belajar bahasa asing lain ^_^)

3. Nonton acara-acara komedi bahasa Inggris

Nonton film itu bagus, tapi saya kadang lebih suka nonton komedi bahasa Inggris. Kenapa? Komedi menawarkan sesuatu yang lebih dibandingkan dengan sekedar film. Untuk bisa ketawa terhadap suatu guyonan, kita tidak hanya harus mampu mendengarkan apa yang disampaikan oleh si pelawak, tetapi juga harus mampu mengetahui latar belakang/kultur masyarakat di tempat guyonan itu disampaikan (di USA/UK) misalnya. Jadi kita bisa belajar banyak budaya via jokes dari comedian tersebut.

Beberapa acara komedi yang saya rekomendasikan adalah Colbert Nation dan Daily Show dari Fox News. KEduanya memberikan berita seputar Amerika Serikat dalam bentuk berita kritikan via lawakan-lawakan. Lucu dan menarik.

4. Ikut/Gabung komunitas bahasa Inggris

Film dan acara-acara di televisi sebagian besar mewajibkan para pemerannya untuk menyampaikan bahasa Inggris dengan baik, serta sebagian besar merupakan native speaker. Sedangkan dalam kehidupan sehari-hari (khususnya di Indonesia) kita akan berkomunikasi dengan kawan-kawan di yang memiliki aksen (bukan penutur asli) sehingga kita pun memerlukan skill listening yang mampu menangkap pembicaraan ‘lidah’ Indonesia.

Hal tersebut bisa dilatih dengan sering-sering berbicara dengan kawan-kawan non-native speakers. Bisa dengan kawan dekat, teman se-gang, atau mungkin teman se-lab/organisasi di kampus. Mengikuti komunitas/klub Bahasa Inggris juga menarik.

5. Ikut event internasional (lagi)

Seperti tips nomor 4, tips yang kelima ini juga untuk menghadapi kenyataan bahwa sebagian besar penutur bahasa Inggris memiliki aksen karena English bukan mother tongue mereka, baik yang agak lumayan mudah dicerna seperti aksen orang Eropa Timur, aksen kaku lidah Jepang, atau bahkan pengucapan orang Afrika. Kita harus mampu berinteraksi dengan mereka. Ndak asyik kan kalau orang lain pada ngerti apa yang dia sampaikan tapi kita ndak mudeng, gara-gara ndak bisa memahami aksenya. We’ll be looking like an idiot :D. So we’ve gotta cope with it.

Salah satu cara yang manjur adalah dengan mengikuti program Internasional dengan peserta dari berbagai negara yang memiliki aksen berbeda-beda. Selain melatih telinga, acara-acara seperti ini tentunya bisa memperluas jaringan pertemanan untuk mempelajari perkembangan teknologi mereka, diskusi topik-topik internasional, mencari penginapan gratis saat keluar negeri nanti, atau sekedar untuk chatting di Facebook.

Acara seperti ini bisa kita ikuti sebagai peserta ataupun panitia (peserta sepertinya lebih asyik ^_^, walau panitia sepertinya lebih banyak peluangnya di kampus). Untuk mendapatkan informasi seperti ini bisa dengan rajin-rajin browsing event internasional. Baik untuk presentasi paper karya ilmiah, lomba debat internasional, pertukaran pelajar, atau forum-forum mahasiswa. Monggo sering-sering dicoba.

Yap.. itu beberapa tips sederhana yang bisa kita praktikkan untuk melatih skill listening kita. Bisa juga dimodifikasi untuk menyesuaikan kesukaan/kondisi kawan-kawan. Tidak menutup kemungkinan juga untuk diterapkan belajar bahasa lainnya, seperti B. Prancis, Korea, Jepang, Arab, atau bahkan bahasa Akan (S. Africa). Good luck!

Please let me know if you’ve got some feedback. I’ll be happy hearing your comments as well.